Sunday, January 12, 2020

bisnis kopi di Solo

Kopi adalah teman di segala situasi dan kondisi. Aroma kopi yang khas membawa energi positif bagi peminumnya. Bekerja, santai bersama kolega lebih asyik bila ada kopi. Bahkan sudah trend di masyarakat kita nongkrong di kedai kopi, peminatnya pun dari semua kalangan. Pilihannya pun beragam, mulai dari kedai kopi harga standar hingga yang mahal. Biasanya tempat yang nyaman dan instragamable menjadi daya tarik bagi anak muda. Interior dan eksterior dibuat unik dan beda. Varian produk kopinya pun sekarang beragam, misal ada unsur susu, matcha, red velvet, coklat dan sebagainya. Semuanya menambah citarasa kopi itu sendiri.
Di kota Solo pun sudah tidak terhitung berapa jumlah kedai kopi yang ada. Di banyak sudut kota dan di mall mudah sekali ditemui kopi. Mulai dari brand luar hingga lokal. Misal Excelso, Starbucks, Cold N Brew, Sekutu Kopi, Sedari Kopi, Kopi Kulo, Janji Jiwa, Kopi Kenangan dan masih banyak lagi. Harga pun bersaing, biasanya rentang harga adalah 20 ribu hingga puluhan ribu tergantung brandnya.
Saya pun sempat mencoba berbagai brand tersebut. Rasa yang bittersweet lebih cocok di lidah saya. Jadi saya jarang minum americano atau espresso. Coffee latte atau coffee matcha adalah favorit saya. Bagaimana dengan kalian? Lebih suka apa?

Saturday, January 6, 2018

Iga Bakar Pak Wid

Saya mencoba untuk review sebuah rumah makan yang menyajikan masakan dengan bahan iga sapi. Siapa yang tidak suka dengan iga? Saya rasa sebagian besar orang jatuh hati pada iga sapi. Apalagi bila sudah diolah menjadi berbagai menu yang menggugah selera.

Berlokasi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, berada di sebelah kiri patung kuda, terdapat rumah makan yang ramai dikunjungi. Rumah Makan Pak Wid namanya. Tempatnya nyaman dan bersih. Cocok untuk berkumpul dengan keluarga, teman dan kolega. Di kertas menu terdapat menu besar dan kecil yang terdiri dari iga bakar, iga gongso, iga rebus, sup daging, babat gongso. Selain itu juga menyediakan menu sambal seperti sambal tomat, sambal terasi dll. Minuman nya juga beragam seperti jus, teh tarik, teh manis, jeruk manis dll.

Saya dan keluarga sudah beberapa kali berkunjung ke rumah makan Pak Wid. Saya saat itu memesan paket iga bakar kecil yang berisi dua potong iga bakar dan semangkuk kuah sup dan sepring nasi. Menurut saya iga bakarnya dibumbui dengan sangat pas dan empuk. Rasanya enak. Perpaduan manis dan gurih yang pas di lidah. Kuah supnya enak berisi sedikit potongan  kentang dan wortel. Saya juga sudah mencoba iga gongso kecil. Paketnya juga sama sudah termasuk sepiring nasi dan kuah sup. Menu inj juga enak, potongan iga banyak, pedasnya pas dan bumbu nya juga meresap. Menu gongso lain yang saya coba adalah babat. Menurut saya bumbunya sama persis dengan iga gongso. Tetapi karena ini babat tentu sensasinya beda. Babatnya empuk dipotong kecil memanjang. Jika disuruh memilih antara babat dan iga, saya masih lebih suka iga gongsonya. Ada juga menu iga rebus yang ternyata adalah sup iga. Kuahnya enak dan potongan iga jugs banyak. Saya tidak terlalu bisa review sup iga karena saya sudah jatuh hati dengan iga bakar. Yes! Menurut saya menu paling top adalah iga bakar dan ini menjadi favorit keluarga saya.

Dar segi harga masih sangat terjangkau. Paket kecil iga Rp 32.000,- dan yang besar Rp 42.000,-. Babat gongso kecil Rp 22.000,-.  Porsi kecil pas untuk satu orang. Mungkin porsi besar bisa untuk dua orang.

Sekian review kuliner dari saya. Tunggu ya review lezat lainnya. Semoga bisa jadi referensi jika sekali waktu lewat di Kabupaten Boyolali atau para pecibta iga seperti saya. See you next time.